Sejarah Desa

Letaknya wilayah Pujungan di antara wilayah Apo Kayan dan Hulu Bahau sangat strategis sepanjang sejarah. Sepanjang sungai Pujungan dan beberapa cabang seperti sungai Sa’an dan sungai Bum atau sungai Lidem ada kuburan goa (lizang bila)sebagai bukti sejarah suku Kenyah Uma Alim, Uma Lasan dan Uma Long yang paling lama tinggal di daerah ini. Uma Baka yang sekarang tidak punya kampong lagi di wilayah Pujungan sempat tinggal di hulu Pujungan (dataran antara sungai Jelt dan Pujungan). Sebagaiman asal usul suku Kenyah dari bagian ulu sungai Iwan dan sungai Lurah (suku Badeng dan Penan Benalui yang asalnya dari Malaysia), kemudian pecah dan pindah ke dearah yang sampai sekarang mereka huni di sungai Pujungan dan cabangnya.Masyarakat Kenyah Uma Lasan Pujungan berasal dari sngai Kileng Iwan kemudian pindah ke Kelssung Maring, Lepu’un Palit, sawa Engkau, dan tempat lainnya di sebelah kiri mudik sungai Pujungan sampai di Bila Udep. Suku Uma Alim berasal dari sungai Payang, sebelah kanan mudik sungai Pujungan kemudian pindah ke Long Pulo di sungai Jelet dan ke sungai Ketaman. Kepala Adat Uma Alim Lian Turan sangat terkenal dan menjadi Kepala federasi suku Kenyah di Pujungan termasuk Uma Lasan, Uma Baka, Uma Kulit, dan terkenal oleh Penjaja Belanda karena keberaniannya. Sejarah Lepu’un Sa’an sedikit unik karena suku Uma Long tidak pindah tempat tinggal selama 500 tahun sampai 1977 karena lokasi aman dikelilingi tebing dan selama mereka di Sa’an mampu mengembangkan kawasan persawahan dengan sistim irigasi tetap sehingga tidak kekurangan ekonomi..Terdapat (2) rute utama perpindahan dari Apo Kayan ke Hulu sungai Pujungan (lewat Suhen cabang sungai Iwan dan lewat Apo Napu ke hulu sungai Jelet) yang dipakai untuk suku Kenya pindah ke daerah Pujungan dan ke hilir (Uma Kulit; Bakung; dll) atau untuk suku dari sungai Iwan mencari perlindungan sementara di Hulu Pujungan dari serangan musuh. Pada tahun 1960-1970an banyak masyarakat wilayah Pujungan pindah ke sungai Malinau, Bulungan, dan Berau.

Upaya Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan jumlah satuan pemukiman dan penduduk satuan perdesaan dipandang perlu membuat suatu program mendatangkan penambahan penduduk yang berasal dari luar daerah, yang pada awal terbentuknya kabupaten malinau Kecamatan Pujungan, khususnya Desa Long Pujungan dirasa perlu menambah penduduk disamping untuk menyambung daerah yang masih terpencil juga untuk mentransfer teknologi dari luar Desa Kabupaten Malinau. Departemen Transmigrasi sangat menyambut baik program tersebut. Transmigrasi pengembangan Desa potensial sangat relevan dengan kondisi yang ada.

Facebook Comments